Garam Perklorat di Mars Tidak Selalu Membahayakan

Meski tanah Mars mengandung senyawa perklorat sesuai analisis terbaru, bukan berarti mustahil ada kehidupan di sana. Senyawa reaktif yang sangat mudah teroksidasi itu tidak selamanya membahayakan makhluk hidup.

Perklorat yang juga ramuan utama bahan bakar roket itu terdeteksi pada sampel tanah Mars saat wahana Phoenix Mars Lander melakukan analisis kimia untuk kedua kalinya menggunakan instrumen MECA. Jejak perklorat ditemukan pada dua sampel tanah terakhir, namun tidak ditemukan pada sampel pertama yang diambil dari lokasi sekitar pendaratnnya di dekat kutub utara planet merah tersebut.

“Kita tahu bahwa mikroba dapat hidup dengan baik dalam kondisi yang mudah terjadi oksidasi,” ujar Richard Quinn, ilmuwan dari Pusat Penelitian Ames milik NASA. Misalnya, di wilayah kering sekitar Gurun Atacama, Chili. Di kawasan tersebut ditemukan sumber perklorat yang terbentuk secara alami dan dihuni mikroba ekstrim yang menggunakannya sebagai sumber energi.

Ia mengatakan hal yang sama mungkin saja terjadi di Mars. Ditemukannya perklorat, menutunya semakain menambah eksotis tanah Mars meski tidak seramah perkiraan sebelukmnya yang disebut-sebut dapat ditanami asparagus, kacang hijau, dan sejenisnya.

“Dalam hal ini, tidak bagus dan tidak buruk untuk hidup,” ujar Peter Smith, ketua ilmuwan dari Universitas Arizona, AS yang memantau misi Phoenix. Meski sejumlah mikroba tahan terhadap perklorat, sebagian besar makhluk hidup tidak membutuhkannya sama sekali dan cenderung merusak. Ilmuwan yang mencari bentuk kehidupan tidak pernah berharap menemukan perklorat.

Di AS, perklorat merupakan bahan pencemar yang ditemukan pada perairan di 25 negara bagian. Berdasarkan data badan pengendali lingkungan (EPA), perklorat bersifat racun yang dapat mempengaruhi fungsi kelenjar thyroid dan mengganggu pertumbuhan bayi.

“Meski berbahaya saat larut di dalam air, perklorat tergolong stabil di tanah dan tidak bereaksi dengan bahan organik kecuali ada pemicunya,” ujar David Parker, pakar geokimia dari Universitas California di Riverside. Fakta-fakta tersebut kembali memacu para ilmuwan untuk bersemangat mencari jejak kehidupan di Mars. Atas

www.kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s