61 artis caleg sementara dalam pemilu 2009

61 artis memeriahkan bursa caleg dalam pesta demokrasi tahun 2009, mereka menjadi caleg sementara…. Ada diantara mereka suami istri, seperti ikang fauzi dan marissa haque, Kebanyakan artis-artis ini dicalonkan oleh partai PAN. Bisa dibayangkan bila ke 61 satu artis ini terpilih menjadi anggota legislatif, hampir 11% pesen dari anggota DPR dari artis. Tapi biar bagaimanapun mereka adalah warga negara yang berhak dipilih dan memilih seperti yang diamanatkan dalam undang-undang dasar.

1. H. Anwar Fuady, hanura, sumsel1, no2 2. A. Sondakh, P Demokrat, JaTeng VI,no1 3. Eko Patrio, PAN, JaTim VIII, no1 4. Ikang Fauzi, PAN, Banten I, no1 5. Denada, PPP, Jatim V, no2
6. Derry Drajat, PAN, JaBar II, no3 7. Dwi Yanus, P Patriot, SumSel II, no2 8. Andrian Maulana, PAN, SumBar II, no3 9. Venna Melinda, P Demokrat, JaTim VI, no3 10. Marissa Haque, PPP, JaBar I, no2
11. Gusti Randa SH, Hanura, SumBar II, no3 12. Evi Tamala, PPP, JaBar X, no4 13. Bangkit Sanjaya, Golkar, Jabar I, no 7 14. H. Mandra Y. S, PAN, DKI Jakarta I, no3 15. Tito Sumarsono, PAN, Jabar VII, no2
16. Imam G Manik, PMB, Jabar VII, no1 17. Tere, P.Demokrat, Jabar II, no1 18. Henidar Amru, PAN, DKI Jakarta I, no3 19. Andreas Taulany, PDK, Jatim II, no1 20. Ana Tairas, Gerindra, Jabar I, no 2
21. Ronny Waluya, Hanura, Jatim VII, no2 22. Irene Librawati, Pan, Lampung II, no4 23. Hendra Cipta, P.R.Nusantara, Jabar VII, no1 24. Cahyono, PAN, Jatim III, no1 25. Emilia Contessa, PPP, JatimII, no5
26. Jane Shalimar, P.Demokrat, BantenI, no6 27. Adji Massaid, P.Demokrat, jatimII,no1 28. Maylaffazza Wiguna, PAN, Banten II, no3 29. Nurul Komar, P.Demokrat, Jabar VIII, no1 30, Mutiara Sani, Hanura, Kal Bar, no1
31. Jeremy Thomas, Golkar, Riau I,no3 32. Ita Mustafa, PAN, Sumsel I, no.4 33. Nurul Arifin, GOLKAR, JAbar VII, no 1 34. Mara Karma, PAN, Riau II, no2 35. Jamal Mirdad, Gerindra, JaTeng I, no.1
36. Rachel Maryam, Gerindra, Jabar II, no 1 37. Raslina Rasidin, PAN, DKI Jakarta II, no 1 38. Erna Santoso, PDK, Jatim IV, no 1 39. Tantowi Yahya, Golkar, SumSel II, no1 40. Ruhut Sitompul SH, P.Demokrat, SumUt II, no2
41.Okky Asokawati, PPP, DKI Jakarta II, no2 42. Edo Kondologit, PDIP, Papua Barat, no1 43. Inggrid Kansil, P.Demokrat, Jabar VI, no 3 44. Dedi Gumelar, PDIP, Banten I, no1 45. Rico Tampatty, P. Patriot, DKI Jakarta III, no 1
46. Rieke Diah Pitaloka, PDIP, Jabar II, no 2 47. Ricky Johanes, PDS, Jateng I, no2 48. Marini K.S, Pan, JAbar V, no 2 49. Ratih Sanggarwati, PPP, Jatim, no 1 50. Rahman Yacob, PPP, Lampung I, no1
51. Leily Sagita, PPPI, Sumbar II, no1 52. Poppy Maretha, PAN, Lampung I, no 6 53. Eka Sapta, PAN, Riau II, no5 54. Tamara. G, PDS, Jateng V, No1 55. Steve Imanuel, Gerindra, Sul Sel I, no3
56. Wieke Widowati, Hanura, Sumsel II, no 3 57. Wulan Guritno, PAN, Jateng III, no1 58. Tengku Firmansyah, PKB, Jabar I, no1 59. HJ, Tetty Kadi, Golkar, Jabar VIII, no 2 60. Sony Tulung, PDIP, Sultra, no 1
61. Primus Yustisio, PAN, Jabar IX, no8

Semoga saja mereka benar-benar dan dapat memperjuangkan suara rakyat, jeritan rakyat, bukan hanya semata, pindah profesi, tapi benar benar mengabdi kepada rakyat menjadi pelayan rakyat. Kita tunggu siapa saja yang lolos

14 thoughts on “61 artis caleg sementara dalam pemilu 2009”

  1. artinya partai politik memang tak siap melaju. Akibat itu terpaksalah ambil langkah cepat. Peluk saja artis yang memang sudah punya intagible asset yaitu TERKENAL. Bukankah pilih memilih itu adalah masalah dikenal atau tidak? Tapi tak lantas juga mengecilkan maksud artis menjadi wakil rakyat. Yang penting mah amanah, siapapun itu yang maju. Mau artis, mau ga…. kita yang milih kan???

  2. aturan pemilu yang mengharuskan partai mempunyai suara minimal sekian persen membuat partai peserta pemilu terjebak pada situasi yang rumit.
    membangun massa partai dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. mungkin 2 atau 3 periode pemilu untuk bisa mempunyai basis massa yang kuat.
    sementara jika dalam 1 periode tidak berhasil menggaet massa pemilih sesuai syarat minimal, partai tsb tidak bisa mengikuti pemilu periode berikutnya.
    akhirnya, bermodal jiwa bisnis temporer, mana yang saat ini sedang in, yang bisa mendongkrak suara partai, itu yang dilakukan, supaya masih bisa eksis sampai pemilu ke depan.
    kenapa artis, jawabnya seperti komen bangirfan di atas.
    secara umum ini adalah gambaran dari mentalitas negeri ini yang menginginkan segala sesuatunya secara instan.

  3. Manusia Sebenarnya Sedang Tidur

    oleh: Marissa Haque Fawzi
    December 4th, 2008

    Dalam sebuah perenungan panjang, tatkala kutatap lalu lalang manusia yang menyemut dalam sebuah perjalanan panjang Bintaro ke Jakarta Pusat, terbayang wajah-wajah banyak manusia melangkah dengan mata terpejam. Ah, mereka sedang tidur!

    Annemarie Schimmel, seorang wanita keras hati namun halus budi yang dititipi Allah kecerdasan diatas rata-rata dengan kemampuan verbal yang sangat lancar, adalah salah seorang role model ku didunia Sufisme/Tasawuf. Dalam salah satu buku tulisannya yang berjudul Jiwaku adalah Wanita, didalam paragraf pembukanya diceritakan sebuah kisah tentang seorang guru India yang sedang berkunjung ke Damaskus, Syria. Buku yang diceritakan tersebut adalah sebuah buku tua terbitan 1872 dengan judul Padmanaba dan Hasan.

    Disana sang guru India tersebut memperkenalkan awal langkah misteri kehidupan spiritual kepada seorang anak laki_laki yang bernama Hasan yang membawanya kesebuah ruang bawah tanah. Ada sebuah keranda yang berdampingan dengan bekas singgasana Raja teronggok, dikelilingi sekumpulan harta benda ratna mutu manikam yang tak ternilai. Pada keranda tersebut terpatri kata-kata “…sebenarnya manusia itu semua sedang tidur, ketika mereka meninggal dunia, pada saat itulah mereka sebenarnya terbangun.” Schimmel kemudian baru menyadari belakangan bahwa ternyata sepenggal kata-kata yang terpatri tersebut adalah hadis Rasulullah Muhammad yang amat disukai dikalangan para Sufi dan penyair dunia Islam.

    Didalam konteks posisiku sebagai anggota DPR terpilih periode 2004-2009 melalui partai Politik PDI Perjuangan, aku merasakan sepotong tulisan yang saya kutip diatas dari buku Annemarie Schimmel, adalah sebuah metafora pula dari penggalan lain langkah kehidupanku dalam kaitan dengan dunia politik. Betapa kehidupan singkat manusia ini hanyalah sepenggal mimpi pendek bunga tidur yang akan menentukan sebuah kehidupan abadi lainnya setelah alam dunia ini. Betapa sesungguhnya mimpi pendek ini sangat silau dengan tipu daya yang menjerumuskan. Alangkah kita nantinya akan menyesali ayunan langkah kehidupan yang telah kita lakukan, saat kita menyadari bahwa dikala mati kelak tidak satupun harta dunia akan terbawa.

    Menjadi seorang anggota DPR, merupakan amanah sekaligus ujian dan jebakan yang nyata, yang akan menguji apakah dipenghujung langkah hidupku kelak aku layak menjadi kekasih Allah dan sahabat Rasulullah. Dimana kebutuhan transendental merupakan intrinsik atau innate property yang membuat setiap manusia itu cinta Illahi—apapun agama yang dipeluknya—dan ingin bersatu dengan Nya dikehidupan abadi kelak. Saat itu adalah saat dimana manusia sudah benar-benar bangun dari tidurnya. Namun sekarang masalahnya. Apakah manusia mengetahui bahwa sebenarnya mereka itu sedang tidur pada saat mereka sedang melakukan aktifitas kesehariannya? Wallahualam bisawab.

    Semoga Allah SWT membimbing pada jalan keselamatan didunia dan di akhirat, dan mengumpulkan kita semua kelak didalam tempat yang sejuk serta penuh dengan cahaya cinta kasih abadi.

    { Sumber Tulisan : http://www.marissahaque.com Jakarta, 12 Juli, 2004 Oleh Marissa Haque Fawzi, Untuk Majalah Noor edisi September 2004 }

  4. My Coment:
    Sebenarnya sih sah-sah saja ARTIS atau siapapun mencalonkan diri dari CALEG, tapi dimata saya sebagaimana yang terjadi di Indonesia ini fenomena banyaknya ARTIS jadi CALEG adalah : 1. Hanya sebuah EUFORIA KEBEBASAN DEMOKRASI dalam BERPOLITIK yang masih belajar. 2.Menunjukan bahwa PARTAI tidak memiliki KADERISASI yang SYSTEMIK untuk bisa menghasil calon-calon pemimpin bangsa yang tangguh. Mereka hanya mengejar POPULARITAS untuk mengangkat suara. 3.Saya tidak melihat kapasitas & Kompetensi yang memadai dari setiap CALEG ARTIS kecuali hanya beberapa orang. 4.Silahkan anda (para ARTIS) membantah dan berdalih dengan berbagai gaya dan argumen yang seolah-olah anda berkapasitas bahkan berdalih ikhlas dengan mengutip bahasa agama dan bla bla bla tapi silahkan JAWAB DENGAN HATI NURANI YANG PALING DALAM bahkan kalau mungkin sambil kontemplasi yang fokus penuh keikhlsan, UNTUK APAKAH SESUNGGUHNYA PARTISIPASI JADI CALEG, BENARKAH SEBAGAIMANA YANG DIUNGKAPKAN DALAM BERBABAGAI ARGUMENTASI. Saya hanya meyakini bahwa APA YANG BERASAL DARI HATI AKAN TEMBUS KE HATI. Dan bagi saya bahkan mungkin bagi kebanyakan orang, tidak merasakan itu kecuali menambah lucu, nambah heran dan nambah khawatir. 5.Saya hanya berharap agar INDONESIA dikelola dan dipimpin oleh orang-orang yang tidak saja memiliki popularitas tapi juga memiliki kapasitas dan kompetensi yang dilandasi oleh dasar KEIMANAN KUAT kepada sang kholiq sehingga hadir dalam dirinya KEIKHLASAN dan AMANAH yang benar sehingga yang ada dalam benak pikirannya adalah bagaimana memberikan manfaat bagi seluruh warga bangsa

  5. inilah salah satu pemicu semakin hancurnya negeri tercinta yg memang sdh amburadul ini karena urusan masyarakat banyak diserahkan kepada orang2 yg kurang tepat dan penuh ambisi hanya untuk mencari status sosial saja…saya jamin pada saat sidang nanti (bila mereka terpilih) di DPR, sebagian besar dari mereka hanya sibuk bertelepon ria dan mengobrol…prediksi ini saya sampaikan berdasarkan pengalaman saya mengikuti pimpinan saya ketika melakukan pembahasan anggaran daerah dgn Panitia Belanja Daerah, Panitia Anggaran DPR-I…dan parahnya lagi banyak anggota Dewan yg bukan berasal dari kalangan artis, sekarang bertingkah pola layaknya seorang artis…

  6. Saya sangat menghormati meraka (artis) yang Nyaleg, tapi mana suara artis dulu yang dah jadi jadi caleg,,,, nyaris tak terdengar…
    ini hanya untuk mendobrak suara partai agar banyak suara,,, jadi numpang beken di partai atau partai numpang beken di artis…
    moga saja yang jadi caleg benar-benar amanah, amin

  7. Assalamu alaikum wr. wb.

    Saudaraku tersayang,
    lihat kenyataan yang ada di sekitar kita!

    Uang Dihamburkan…
    Rakyat dilenakan…
    Pesta DEMOKRASI menguras trilyunan rupiah.
    Rakyat diminta menyukseskannya.
    Tapi rakyat gigit jari setelahnya.
    DEMOKRASI untuk SIAPA?

    Ayo temukan jawabannya dengan mengikuti!

    Halqah Islam & Peradaban
    –mewujudkan rahmat untuk semua–
    “Masihkah Berharap pada Demokrasi?”
    Tinjauan kritis terhadap Demokratisasi di Dunia Islam

    Dengan Pembicara:
    Muhammad Rahmat Kurnia (DPP HTI)
    KH. Ahmad Fadholi (DPD HTI Soloraya)

    yang insyaAllah akan diadakan pada:
    Kamis, 26 Maret 2009
    08.00 – 12.00 WIB
    Gedung Al Irsyad

    CP: Humas HTI Soloraya
    HM. Sholahudin SE, M.Si.
    081802502555

    Ikuti juga perkembangan berita aktual lainnya di
    hizbut-tahrir.or.id

    Semoga Ia senantiasa memberikan petunjuk dan kasih sayangnya kepada kita semua.
    Ok, ma kasih atas perhatian dan kerja samanya. (^_^)
    Mohon maaf jika ada ucapan yang kurang berkenan. (-_-)

    Wassalamu alaikum wr. wb.

  8. Setiap orang punya keinginan untuk memajukan negeri ini, tak terkecuali para artis. Saya juga banyak kenal dengan pentolan HTI khususnya dalam masalah Palestina. Mereka juga ingin memberikan solusi di tengah memborosnya anggaran negara untuk pesta demokrasi ini. Tapi kita tetap harus optimis dan berprasangka baik terhadap artis-artis yang maju sebagai caleg. Semoga ada perubahan yang lebih baik ke depan.

  9. Buat para Artis harusnya belajar politik yang benar dulu, jangan jadi CALEG kalo cuma ganti profesi ..kasihan rakyat kecil yang masih merasakan penderitaan , dengan adanya pemilu kita berharap ada orang-orang yang akan memberikan perubahan dan meningkatkan perekonomian sehingga memperjuangkan masalah ekonoi kerakyatan dan bukan asal jadi CALEG karena Kepopularitasan artis semata yang hanya menguntungkan individu atau Partai saja.

  10. Setidaknya artis lbh punya perasaan dan lbh dkt dgn rakyat…setuju2 aj artis jd anggota dpr daripada org yg banyak jd caleg dr rakyat biasa yg pgn jd caleg tp memalsukan ijazah…mending artis ketauan lulu sma semuanya bahkan ad yg udh s2 dan s3…yuuuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s