Batik Sumut yang mulai diperkenalkan

Batik khas Sumatera Utara diharapkan bisa menjadi primadona berbusana bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di daerah itu, khususnya di lingkungan Pemprov Sumut. Sebab, batik yang diproduksi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumut itu sudah menggambarkan motif etnik dan budaya di 33 kabupaten dan kota  daerah itu.

Batik Sumatera Utara

Ketua Dekranasda Sumut, Hj Fatimah Habibi Syamsul Arifin di sela-sela Peluncuran Batik Etnik Sumut di Aula Martebe Kantor Gubernur Medan, mengharapkan upaya menjadikan tenunan khas daerah itu sebagai primadona berbusana PNS bisa pula mendapat dukungan Ketua Dewan Pembina Dekranasda Sumut, Syamsul Arifin.

“Dengan dukungan dari berbagai pihak terutama Gubsu, maka Batik Etnik Sumut yang telah ditetapkan sebagai salah satu pakaian wajib PNS satu hari dalam seminggu, bisa lebih disosialisasikan kepada seluruh kalangan masyarakat,” ucap Fatimah.

Dia menambahkan, ada beberapa ornamen etnis diaplikasikan menjadi corak motif batik tersebut, di antaranya gorga dari Tapanuli. Selain itu, juga diusung motif budaya Melayu, Karo, Nias, Tapsel dan daerah lainnya. Dijelaskannya, seluruh ornamen yang tertuang dalam motif batik tersebut adalah mewakili ciri khas budaya masing-masing daerah di Sumut.

Gubsu dan Hj Fatimah Habibi, memamerkan batik Sumut

“Ornamen itu sudah ada sejak dulu, jadi kita tinggal memodifikasinya saja. Namun yang pertama kali menggagas motif batik itu adalah pihak Dekranasda,” jelas Fatimah Habibie.

“Harganya kita sesuaikan menurut bahan kain dan proses pembuatan. Sebab, ada juga kita buat tulis dan juga cetak. Paling murah Rp 145 ribu, sudah langsung pakai,” sambungnya.

Pameran Batik Sumut

Ketua Tim Penggerak PKK Sumut ini juga meminta Gubsu segera menerbitkan sebuah Peraturan Daerah (Perda) yang intinya mewajibkan seluruh instansi di Pemprov Sumut memakai Batik Etnik Sumut, termasuk kepada BUMN dan BUMD, atau instansi swasta lainnya.

Hal ini dimaksudkan Fatimah agar Batik Etnik Sumut yang akan diproduksi secara massal yang merupakan salah satu ciri khas budaya Indonesia disamping Wayang dan Keris yang sudah diakui UNESCO, bisa lebih terjamin pemasarannya khususnya kepada bangsa sendiri.

Tak hanya itu, Batik Etnik Sumut yang merupakan refresentasi, manipestasi budaya dan adat istiadat dari 33 kabupaten dan kota se Sumut itu, diharapkan bisa menjadi peninggalan bagi generasi penerus bangsa akan budaya dan adat istiadat bangsa sendiri.

Di tempat sama, Syamsul mengaku sangat bangga dengan kreativitas para pengurus Dekranasda Sumut dalam memproduksi Batik Etnik Sumut tersebut. Sebab, di tengah arus globalisasi sekarang ini, inovasi dan terobosan dalam mempertahankan khazanah budaya Indonesia.

Syamsul Arifin mengenakan Batik Mega Mendung saat menjalani sidang

Syamsul mengakui, batik sebenarnya merupakan pakaian khas bangsa yang sangat memberikan manfaat dalam berbusana. Sebab, Batik Etnik Sumut tak jauh beda dengan sejumlah tenunan khas Sumut, seperti Ulos, Songket, dan lainnya

Sumber berita = http://www.sumutcyber.com/

=========================================

Artikel Lainnya

Motif batik cirebon

Sejarah Batik Megamendung , Akulturasi Batik Cirebon

Batik Mega Mendung di tangan desainer Malaysia

7 Artis Indonesia yang beralih keyakinan

7 Presenter Cantik TVone

Mega Mendung Sang Gubernur Jabar

Batik dari berbagai daerah

Batik Tulis Mega Mendung Merah

Keraton Cirebon, 2 istana masa lampau

7 Cara Hidup Sehat Tanpa Biaya

Batik Fraktal Indonesia Pun Diincar Malaysia

^^^^^^^^^^^^^^^^^ ARTIKEL LAINNYA^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Motif Batik Cirebon II

Motif Batik Cirebon

Megamendung Malaysia

Megamendung Qory

Mega Mendung Yukata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s