Bergaya dengan batik SUMUT

Kekayaan motif dan kain Sumatra Utara ternyata masih minim diberdayakan oleh pengrajin kain di Sumut. Ekspansi kain songket asal Palembang dan Padang, serta kain batik dari Jawa belum bisa diimbangi oleh produk-produk sejenis asal Sumut sendiri.

Edy Gunawan, pengrajin batik tulis dan cap khas Sumut berupaya mengangkat motif dan desain kain lewat batik yang kini sudah sangat populer di masyarakat.

“Produk batik itu kan memang dari Jawa, namun untuk motif bisa dari daerah mana saja. Maka dari itu kita buat batik motif Medan agar jangan hilang kekayaan motif dan desain Sumut yang sangat beragam itu,” ujar Edy, saat ditemui di bengkel batik tulisnya di Medan Tembung, Kamis 17 Feb. 2011.

Pucuk rebung

Ia mengatakan usaha batik ini dirintis sejak 2008 lalu oleh mertuanya Nur Cahaya Nasution. Beliau dulunya adalah pensiunan PNS yang kemudian merambah dunia batik lewat pelatihan yang diselenggarakan oleh Disperindag Medan.
Awalnya usaha mereka dibantu oleh 9 orang pengrajin yang merupakan ibu-ibu dari sekitar rumahnya yang telah diajari membatik. Seperti motif Melayu seperti pucuk rebung, semut beriring, itik pulang petang. Kemudian motif Toba ada desa nawalu, gorga sitompi. Batak Mandailing ada motif mataniari. Mereka juga mengajarkan motif asal Simalungun diantaranya pahupa-pahupa tundal, dan juga motif asal Nias yakni niosolapiga dan niogama.

Beragamnya motif dan desain kain yang bisa dibuat dalam batik membuat Edy terus membuat inovasi dan modifikasi dalam batik tulisnya. Hal ini dilakukan agar konsumen bisa lebih ringan memakainya menjadi pakaian semi resmi atau resmi. Tidak jarang pemakai batik dengan motif adat agak sungkan jika lintas etnis. Oleh karena itu Edy berusaha untuk membuat batik dengan motif yang lebih ringan dan memodifasinya dengan motif-motif yang lebih sederhana.

“Motif yang dimodifikasi hasil batik tulis kami pernah memenangkan lomba desain batik Depdiknas 2010 lalu di Bandung. Dari 33 peserta yang mayoritas dari Jawa kita bisa meraih posisi Harapan II,” ujarnya.

Motif modifikasi yang mengikuti lomba tersebut sempat mau dibeli dengan harga tinggi oleh salah seorang dewan juri karena motifnya yang unik, yakni berdasar kain warna hitam dengan paduan enam motif etnik Sumut. Namun oleh Edy hal itu ditolaknya karena ia ingin menyimpan kain tersebut sebagai kenang-kenangan.

http://www.bisnis-sumatra.com/

===========================

Artikel Lainnya

Motif batik cirebon

Tips Merawat Batik Anda

“Mega Mendung” gaun Qory Sandioriva di Miss Universe

7 Presenter Berita Cantik MetroTV

Berburu Batik Trusmi hingga Nasi Jamblang di Cirebon

Batik Tulis Mega Mendung Merah

Daftar Badan Usaha Milik Negara

Alat dan bahan untuk Membatik

Mega Mendung Sang Gubernur Jabar

Keraton Cirebon, 2 istana masa lampau

Tertatihnya Batik Priangan

Batik Fraktal Indonesia Pun Diincar Malaysia

Menyusuri Sisa Kejayaan Batik Ciamisan

^^^^^^^^^^^^^^^^^ ARTIKEL LAINNYA^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Motif Batik Cirebon II

Motif Batik Cirebon

Megamendung Malaysia

Megamendung Qory

Mega Mendung Yukata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s