Waahh! Ada Material Misterius di Kutub Utara

Material misterius berwarna oranye muncul di kutub utara Bumi. Para ilmuwan belum dapat memberikan jawaban yang pasti untuk menjelaskan material tersebut.

Material tersebut tersapu gelombang di sepanjang pesisir Arktika di Kivalina, Alaska dan membanjiri Desa Inupiat, Eskimo. Di sana, matahari mengeringkan material dan angin menyebarkannya bagai debu. Ketika ditemukan beberapa kilometer di kawasan air tawar Sungai Wulik, material oranye itu berubah menjadi liat dan lengket serta mengeluarkan bau seperti gas.

Continue reading Waahh! Ada Material Misterius di Kutub Utara

Advertisements

Mengenal Buah Tin

Buah ini memiliki banyak varietas. Paling tidak terdapaat dua belas macam buah tin. Diantaranya adalah yordan, tin ungu, red palestine, red turki, brown turki, negronne, black ischia, libya, black turki, long yellow, panace tiger, dan flanders. Namun di tempat pembibitan ini hanya terdapat enam varietas, yordan, tin ungu, red palestine, brown turki, libya, dan black turki.

Makin Hitam, Makin Manis

Pohon tin yordan adalah jenis yang paling terkenal di Indonesia. Jenis ini paling sering berbuah, ditanam di dalam pot pun sering berbuah. Jika sudah matang, buahnya akan menguning. Rasa buah tin yordan ini paling manis dibandingkan buah tin lainnya.

Continue reading Mengenal Buah Tin

Ditemukan Belut Berusia 200 Juta Tahun

Ditemukan Belut Berusia 200 Juta Tahun. Fosil hidup yang memesona dan mirip dengan belut pertama saat 200 juta tahun lalu ditemukan di kegelapan gua bawah laut.

Belut ini ditemukan di kedalaman 35 meter di gua karang di lepas pantai satu pulau di negara bagian Palau, Pasifik Barat. Ahli biologi menyatakan hal itu dalam jurnal Inggris, Proceedings of the Royal Society B.

Sebagian besar dari 819 spesies hewan itu dikelompokkan ke dalam 19 keluarga. Namun, belut tersebut memiliki banyak tanda belut primitif yang hidup pada era awal Mesozoikum, saat dinosaurus menguasai Bumi.

Continue reading Ditemukan Belut Berusia 200 Juta Tahun

13 Spesies Katak Bertaring Ditemukan di Sulawesi

katak bertaring
Katak bertaring dari genus Limnonectes, memiliki tonjolan tulang unik di rahangnya. Para peneliti tidak yakin apa kegunaannya, namun diduga untuk mempertahankan diri atau mencari makan.

13 spesies katak bertaring ditemukan di Sulawesi oleh Ben Evans, pakar hewan dari McMaster University di Hamilton dan ilmuwan Indonesia. Sejumlah 9 dari 13 spesies itu belum pernah ditemukan sebelumnya. Penemuan ini dilaporkan dalam jurnal The American Naturalist bulan ini.

Katak bertaring termasuk dalam genus Limnocetes, disebut bertaring karena memiliki tonjolan tulang di rahang bawah. Taring yang dimaksud bukan berarti gigi taring yang sebenarnya, sebab tak memiliki akar gigi atau ciri-ciri gigi lainnya.

Evans menulis, seluruh spesies katak bertaring yang ditemukan memiliki variasi adaptasi yang berbeda, sesuai kondisi lingkungan dan iklim mikro masing-masing, mulai dari yang terbasah hingga terkering dan dengan beragam vegetasi yang ada.

batik cirebon, finubatik, http://finubatik.blogspot.com Continue reading 13 Spesies Katak Bertaring Ditemukan di Sulawesi

Spesies ‘Kecoa Pelompat’, Ditemukan!!

Ilmuwan Mike Picker menemukan seekor spesies baru kecoa, ‘Kecoa Pelompat’ di tengah-tengah tempat tujuan wisata favorit di Afrika Selatan.

Saltoblattella

Table Mountain National Park di Cape Town, Afrika Selatan, adalah tempat tinggal dari satu-satunya jenis kecoa pelompat di dunia, yang masuk ke dalam daftar 10 penemuan sains teratas tahun 2011 dari para ahli.

Picker, seorang profesor zoologist dari University of Cape Twon tersebut, mengatakan bahwa penemuannya menunjukkan bahwa masih sedikitnya pengetahuan manusia akan dunia serangga.

Continue reading Spesies ‘Kecoa Pelompat’, Ditemukan!!

Halicephalobus Mephisto Cacing dari Ribuan Meter Perut Bumi

halicephalobus mephisto

Seekor cacing ditemukan hidup ribuan meter di bawah permukaan Bumi, menjadikannya sebagai hewan yang hidup di bawah permukaan Bumi terdalam.

Seperti yang dikutip dari National Geographics, spesies cacing bernama Halicephalobus Mephisto tersebut diklaim sebagai hewan yang hidup di bagian terdalam Bumi.

Sebelum menemukan Halicephalobus Mephisto, diketahui bahwa Nematodes adalah hewan (sejenis cacing) yang bisa hidup di kedalaman tanah lebih dari 10 meter. Selain hewan, hanya mikroba yang bisa hidup di bawah kedalaman tanah.
Continue reading Halicephalobus Mephisto Cacing dari Ribuan Meter Perut Bumi

Potamotrygon Tigrina nama ilmiah Ikan Pari Harimau

Ikan Pari Harimau atau Potamotrygon Tigrina

Ikan pari jenis Pari Harimau baru diberi nama ilmiah setelah sekian lama dikenal orang. Ilmuwan akhirnya menjadikan ikan tersebut sebagai spesies baru.

Selama lebih dari satu dekade, ikan Pari Harimau telah diambil dari sungai Amazon Basin di wilayah Peru untuk dijual kepada para penggemar ikan hias. Namun ikan tersebut belum masuk ke daftar spesies milik ilmuwan.

Ikan Pari Harimau akhirnya diberi nama sains oleh para ilmuwan sebagai Potamotrygon Tigrina. Ikan ini berukuran lebar 80 cm, spesies ini berbeda Continue reading Potamotrygon Tigrina nama ilmiah Ikan Pari Harimau