Berburu Batik Trusmi hingga Nasi Jamblang di Cirebon

TIDAK lengkap rasanya jika kita hanya menikmati wisata ziarah yang memang sudah mahsyur itu. Di Cirebon, selain kaya khasanah budaya spiritual, pesona lain tak kalah menariknya.

 

trusmi

Tak jauh dari pusat kota, sekitar 5 km tersebutlah Desa Trusmi Wetan dan Trusmi Kulon di Kecamatan Weru, yang merupakan desa batik.

Populernya Desa Trusmi sebagai pusat batik berawal dari peran Ki Gede Trusmi, salah seorang pengikut setia Sunan Gunung Jati yang mengajarkan seni membatik sembari menyebarkan ajaran Islam.

Hingga kini budaya membatik terus dipertahankan dan jauh lebih berkembang, bahkan batik trusmi berhasil menjadi salah satu ikon batik nasional.

Usaha batik trusmi pada awalnya berasal dari industri yang dikelola secara rumahan, tetapi lama kelamaan menjadi industri kerajinan yang berorientasi bisnis. Selain memenuhi kebutuhan lokal, produk batik trusmi juga banyak yang diekspor untuk memuaskan hasrat para pecinta batik di Jepang, Amerika dan Belanda.

Continue reading Berburu Batik Trusmi hingga Nasi Jamblang di Cirebon